Spesial Buat Anda

Setiap pelanggan adalah spesial dan kami akan melayani Anda sepenuh hati. Apapun keperluan Anda... sewa mobil lebaran, wisata ke luar kota, atau apa saja, kami selalu siap untuk Anda.

Hemat Waktu dan Tenaga

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Semua unit kami dirawat secara berkala untuk menjamin kenyamanan Anda. Artinya, semua fasilitas dalam mobil akan berfungsi dengan baik. Anda tinggal menggunakan saja

Semua unit kami dirawat secara berkala untuk menjamin kenyamanan Anda. Artinya, semua fasilitas dalam mobil akan berfungsi dengan baik. Anda tinggal menggunakan saja

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 18 Desember 2012

AIR TERJUN SRI GETHUK Gemuruh Suara Air Pemecah Hening di Tanah Kering


AIR TERJUN SRI GETHUK
Gemuruh Suara Air Pemecah Hening di Tanah Kering

Eksotisme Grand Canyon di daerah utara Arizona, Amerika Serikat tentunya tak bisa disangkal lagi. Grand Canyon merupakan bentukan alam berupa jurang dan tebing terjal yang dihiasi oleh aliran Sungai Colorado. Nama Grand Canyon kemudian diplesetkan menjadi Green Canyon untuk menyebut obyek wisata di Jawa Barat yang hampir serupa, yakni aliran sungai yang membelah tebing-tebing tinggi. Gunungkidul sebagai daerah yang sering diasumsikan sebagai wilayah kering dan tandus ternyata juga menyimpan keindahan serupa, yakni hijaunya aliran sungai yang membelah ngarai dengan air terjun indah yang tak pernah berhenti mengalir di setiap musim. Air terjun tersebut dikenal dengan nama Air Terjun Sri Gethuk.


Terletak di Desa Wisata Bleberan, Air Terjun Sri Gethuk menjadi salah satu spot wisata yang sayang untuk dilewatkan. Untuk mencapai tempat ini Anda harus naik kendaraan melewati areal hutan kayu putih milik PERHUTANI dengan kondisi jalan yang bervariasi mulai dari aspal bagus hingga jalan makadam. Memasuki Dusun Menggoran, tanaman kayu putih berganti dengan ladang jati yang rapat. Sesampainya di areal pemancingan yang juga berfungsi sebagai tempat parkir, terdapat dua pilihan jalan untuk mencapai air terjun. Pilihan pertama yakni menyusuri jalan setapak dengan pemandangan sawah nan hijau berhiaskan nyiur kelapa, sedangkan pilihan kedua adalah naik melawan arus Sungai Oya. Tentu saja YogYES memilih untuk naik rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas dan papan.
Perjalanan menuju Air Terjun Sri Gethuk pun dimulai saat mentari belum naik tinggi. Pagi itu Sungai Oya terlihat begitu hijau dan tenang, menyatu dengan keheningan tebing-tebing karst yang berdiri dengan gagah di kanan kiri sungai. Suara rakit yang melaju melawan arus sungai menyibak keheningan pagi. Sembari mengatur laju rakit, seorang pemandu menceritakan asal muasal nama Air Terjun Sri Gethuk. Berdasarkan cerita yang dipercayai masyarakat, air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan kethuk yang merupakan salah satu instrumen gamelan milik Jin Anggo Meduro. Oleh karena itu disebut dengan nama Air Terjun Sri Gethuk. Konon, pada saat-saat tertentu masyarakat Dukuh Menggoran masih sering mendengar suara gamelan mengalun dari arah air terjun.
Tak berapa lama menaiki rakit, suara gemuruh mulai terdengar. Sri Gethuk menanti di depan mata. Bebatuan yang indah di bawah air terjun membentuk undak-undakan laksana tepian kolam renang mewah, memanggil siapa saja untuk bermain di dalam air. YogYES pun turun dari rakit dan melompati bebatuan untuk sampai di bawah air terjun dan mandi di bawahnya. Kali ini rasanya seperti berada di negeri antah berantah di mana air mengalir begitu melimpah. Air mengalir di sela-sela jemari kaki, air memercik ke seluruh tubuh, air mengalir di mana-mana. Seorang kawan tiba-tiba berteriak "Ada pelangi!". Saat menengadah, selengkung bianglala nan mempesona menghiasi air terjun. Sesaat YogYES merasa menjadi bidadari yang berselendangkan pelangi.
Biaya:
  • Tiket: Rp. 3.000 (merupakan tiket terusan dengan Gua Rancang Kencono)
  • Tarif naik rakit: Rp 5.000 / orang (pulang pergi)
  • Sewa ban: Rp. 2.000 / orang
Keterangan:
Wisata Air Terjun Sri Gethuk sepenuhnya dikelola oleh masyarakat Desa Bleberan. Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi Kohar (+62 853 3400 5700), Tri Harjono (+62 813 2821 6842).

Petualangan Sungai Bawah Tanah di Gua Pindul


Petualangan Sungai Bawah Tanah di Gua Pindul


Susur sungai adalah suatu kegiatan wisata yang menarik, apalagi kalau sungai itu mengalir di dalam gua. Ini akan menjadi petualangan  yang sangat mengasyikkan sekaligus akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Gunung Kidul adalah surganya untuk melakukan petualangan tersebut. Gua Pindul adalah satu gura dari serangkaian 7 gua dengan aliran sungai bawah tanah. Gua Pindul terletak di Dus. Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul dan dapat ditempuh selama 1,5jam dari Yogyakarta dan 12 Kilometer Utara kota Wonosari. Gua Pindul mempunyai kedalaman 3 - 7 meter, panjang 300 m dan bisa ditelusuri sekitar 45 - 60 menit dengan menggunakan ban karet. Untuk menelusuri Gua Pindul sudah disiapkan peralatannya seperti ban dalam, helm bersenter, jaket pelampung serta perahu karet. 

Gua Pindul merupakan kawasan wisata yang menyajikan petualangan dengan memadukan aktivitas body rafting dan caving yang dikenal dengan istilah cave tubing. Di dalam gua, terdapat sungai yang cukup dalam, tapi tidak terlalu deras. Kita cukup duduk di atas ban dan pasrah untuk terbawa arus sungai yang tidak terlalu deras. Selama berada di dalam gua, banyak pemandangan yang sangat luar biasa, mulai dari skalaktit dan stalakmit, sampai dengan sarang burung walet.

Gua Pindul ini yang dikelola oleh karangtaruna desa dan mereka, para pemuda menjadikan kawasan tersebut menjadi sebuah potensi ekonomi yang digarap secara menarik, rapi dan bersahabat. Salah satu kesaksian sopir di jasa sewa mobil Jogja Empat Roda, bahwa dia disambut dengan sangat baik oleh penduduk setempat dan dijamu dengan makan seadanya yang dimasak oleh karangtaruna dan segelas wedang jahe. Kesederhanaan yang mereka miliki menjadi salah satu daya tarik tersendiri yang membuat para wisatawan untuk datang, datang dan datang lagi.

Pengunjung bisa membawa peralatan sendiri tanpa membayar biaya apapun. Namun bagi pengunjung yang tidak membawa peralatan dan pemandu untuk melakukan petualangan cave tubing bisa menghubungi pengelola setempat. Tarifnya sangat murah berkisar antara Rp. 25.000 - Rp. 30.000 karena selain mendapatkan fasilitas peralatan dan pemandu, juga mendapatkan makan dan minum ala desa setempat.
Selamat bertualang dan bersenang-senang.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More